Sabtu, 20 September 2014

KALIMAT MAJEMUK



KALIMAT MAJEMUK
 
Kalimat majemuk adalah suatu kalimat luas sebagai hasil dari perluasan atau perluasan kalimat tunggal sehingga membentuk suatu pola kalimat baru di samping pola kalimat yang sudah ada (Ambary, 1979:157).
Gorys Keraf dalam bukunya yang berjudul Tata Bahasa Indonesia (1991:167) bahwa kalimat majemuk adalah kalimat tunggal yang bagian-bagiannya diperluas sedemikian rupa, sehingga perluasan itu membentuk satu atau lebih pola kalimat  yang baru di samping pola yang sudah ada.
Contoh : - Anak itu menendang bola.
               - Anak yang kau sebut kemarin itu menendang bola.
Dari beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kalimat majemuk adalah suatu bentuk dari kalimat luas yang merupakan hasil penggabungan dari perluasan kalimat tunggal, sehingga membentuk satu atau lebih kalimat yang baru di samping dari kalimat yang sudah ada. Bertolak dari pengertian tersebut maka dapat diasumsikan bahwa penguasaan kalimat majemuk sangat penting untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan keterampilan berbahasa terutama untuk menyampaikan perasaan dan pikiran pada orang lain baik secara lisan maupun secara tulisan.

1.      Macam-Macam Kalimat Majemuk
Dalam mengklasifikasi kalimat majemuk, dasar yang digunakan adalah melihat hubungan antara pola-pola kalimat yang membina kalimat majemuk tersebut. Adapun jenis kalimat majemuk berdasarkan polanya adalah sebagai berikut:

A.    Kalimat Majemuk Setara
Yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih yang kedudukannya sederajat.
Hubungan setara antara pola-pola kalimat majemuk setara terdiri dari lima macam:
a)      Hubungan setara penggabungan
Penggabungan dapat terjadi dengan merangkaikan dua kalimat tunggal dengan diantarai kesenyapan atau dirangkaikan dengan kata-kata seperti: dan, lagi, sesudah itu, karena itu.
Contoh: - Saya menangkap ayam itu dan ibu memotongnya.
- Adik memanjat pohon mangga sesudah itu dipetiknya beberapa   buah.
b)      Hubungan setara memilih
Kata tugas yang dipakai untuk menyatakan hubungan ini adalah: atau
Contoh: - Apakah kita mau istrahat atau jalan terus?
             - Engkau tinggal saja di sini atau engkau ikut dengan membawa  barang itu.
c)      Hubungan setara mempertentangkan
Kata tugas yang dipakai dalam hubungan ini adalah: tetapi, melainkan, hanya.
Contoh: -  Adiknya rajin tetapi ia sendiri malas.
-          Ia tidak menjaga adiknya melainkan membiarkannya saja.
d)     Hubungan setara sebab
Dalam hubungan ini kata-kata tugas yang digunakan antara lain sebab itu, karena, sehingga
Contoh: - Andi sangat pandai karena itu ia mendapatkan ranking di kelas.
              - Ia sangat pemalas sebab itu ia tidak naik kelas.



B.     Kalimat Majemuk Bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang hubungan pola-polanya tidak sederajat, salah satu pola menduduki fungsi tertentu dari pola lain. Bagian yang lebih tinggi kedudukannya disebut induk kalimat sedangkan bagian yang lebih rendah kedudukannya disebut anak kalimat. Kadang-kadang perluasan itu sedemikian rupa sehingga rangkaian hubungan itu sangat kompleks. Ada pola kalimat dalam satuan yang kompleks itu yang dapat menduduki tingkat yang lebih rendah dari anak kalimat, bagian ini disebut sebagai cucu kalimat (Keraf, 1991:169-170).
Contoh: - Sepanjang jalan itu telah ditanam pohon-pohonan yang rindang, yang
                                                                  a
dapat memberi keteduhan pada orang-orang desa, yang setiap hari
                                    b
berjalan kaki hilir mudik ke kota itu.
                        c
a = Induk kalimat
b = Anak kalimat
c = Cucu kalimat


C.     Kalimat Majemuk Campuran
Kalimat majemuk campuran adalah kalimat yang di dalam kalimatnya terdapat kombinasi kalimat majemuk setara dengan kalimat majemuk bertingkat. Kalimat majemuk campuran terdiri dari sebuah pola atasan yang disebut induk kalimat dan dua atau lebih anak kalimat atau sekurang-kurangnya dua induk kalimat dan satu atau lebih anak kalimat.
1.      Satu induk kalimat dan dua atau lebih anak kalimat
Contoh: - Kami telah menyelenggarakan malam kesenian, yang dimeriahkan oleh para artis ibu kota, serta dihadiri pula oleh para pembesar di kota itu.
  -  Meskipun rumah sakit itu kecil namun cukup menyenangkan, karena menghadap ke danau yang bersih dan menyegarkan.

2.      Dua induk kalimat dan satu atau lebih anak kalimat
Contoh: - Bapak menyesalkan perbuatan itu, dan meminta agar kami berjanji  tidak akan mengulangi kesalahan-kesalahan yang sama, yang dapat merugikan nama baik keluarga dan kedudukannya.
              - Bisnisnya ambruk, koran memuat berita resmi bahwa Henry Dunant dinyatakan bangkrut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar