KALIMAT MAJEMUK
Kalimat majemuk
adalah suatu kalimat luas sebagai hasil dari perluasan atau perluasan kalimat
tunggal sehingga membentuk suatu pola kalimat baru di samping pola kalimat yang
sudah ada (Ambary, 1979:157).
Gorys Keraf dalam bukunya yang berjudul Tata Bahasa
Indonesia (1991:167) bahwa kalimat majemuk adalah kalimat tunggal yang
bagian-bagiannya diperluas sedemikian rupa, sehingga perluasan itu membentuk
satu atau lebih pola kalimat yang baru
di samping pola yang sudah ada.
Contoh : - Anak itu menendang
bola.
- Anak yang kau sebut kemarin itu menendang bola.
Dari beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kalimat majemuk
adalah suatu bentuk dari kalimat luas yang merupakan hasil penggabungan dari
perluasan kalimat tunggal, sehingga membentuk satu atau lebih kalimat yang baru
di samping dari kalimat yang sudah ada. Bertolak dari pengertian tersebut maka
dapat diasumsikan bahwa penguasaan kalimat majemuk sangat penting untuk
mengembangkan dan meningkatkan kemampuan keterampilan berbahasa terutama untuk
menyampaikan perasaan dan pikiran pada orang lain baik secara lisan maupun
secara tulisan.
1.
Macam-Macam Kalimat Majemuk
Dalam mengklasifikasi kalimat majemuk, dasar yang
digunakan adalah melihat hubungan antara pola-pola kalimat yang membina kalimat
majemuk tersebut. Adapun jenis kalimat majemuk berdasarkan polanya adalah
sebagai berikut:
A.
Kalimat Majemuk Setara
Yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih yang
kedudukannya sederajat.
Hubungan setara antara pola-pola kalimat majemuk setara terdiri dari lima
macam:
a)
Hubungan setara
penggabungan
Penggabungan dapat terjadi dengan merangkaikan dua
kalimat tunggal dengan diantarai kesenyapan atau dirangkaikan dengan kata-kata
seperti: dan, lagi, sesudah itu, karena
itu.
Contoh: - Saya menangkap ayam itu dan ibu memotongnya.
- Adik memanjat pohon mangga sesudah itu dipetiknya beberapa buah.
b)
Hubungan setara
memilih
Kata tugas yang dipakai untuk menyatakan hubungan ini
adalah: atau
Contoh: - Apakah kita mau istrahat atau jalan terus?
- Engkau tinggal saja di sini atau engkau ikut dengan membawa barang itu.
c)
Hubungan setara
mempertentangkan
Kata tugas yang dipakai dalam hubungan ini adalah: tetapi, melainkan, hanya.
Contoh: - Adiknya
rajin tetapi ia sendiri malas.
-
Ia tidak menjaga
adiknya melainkan membiarkannya saja.
d)
Hubungan setara
sebab
Dalam hubungan ini kata-kata tugas yang digunakan antara
lain sebab itu, karena, sehingga
Contoh: - Andi sangat pandai karena itu ia mendapatkan ranking di kelas.
- Ia sangat pemalas sebab itu ia tidak naik kelas.
B.
Kalimat Majemuk Bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang hubungan
pola-polanya tidak sederajat, salah satu pola menduduki fungsi tertentu dari
pola lain. Bagian yang lebih tinggi kedudukannya disebut induk kalimat
sedangkan bagian yang lebih rendah kedudukannya disebut anak kalimat.
Kadang-kadang perluasan itu sedemikian rupa sehingga rangkaian hubungan itu
sangat kompleks. Ada pola kalimat dalam satuan yang kompleks itu yang dapat
menduduki tingkat yang lebih rendah dari anak kalimat, bagian ini disebut
sebagai cucu kalimat (Keraf, 1991:169-170).
Contoh: - Sepanjang jalan
itu telah ditanam pohon-pohonan yang rindang, yang
a
dapat memberi keteduhan pada orang-orang desa, yang setiap hari
b
berjalan kaki hilir mudik ke kota itu.
c
a = Induk kalimat
b = Anak kalimat
c = Cucu kalimat
C.
Kalimat Majemuk
Campuran
Kalimat majemuk campuran adalah kalimat yang di dalam
kalimatnya terdapat kombinasi kalimat majemuk setara dengan kalimat majemuk
bertingkat. Kalimat majemuk campuran terdiri dari sebuah pola atasan yang
disebut induk kalimat dan dua atau lebih anak kalimat atau sekurang-kurangnya
dua induk kalimat dan satu atau lebih anak kalimat.
1.
Satu induk kalimat
dan dua atau lebih anak kalimat
Contoh: - Kami telah
menyelenggarakan malam kesenian, yang dimeriahkan oleh para artis ibu kota,
serta dihadiri pula oleh para pembesar di kota itu.
-
Meskipun rumah sakit itu kecil namun cukup menyenangkan, karena
menghadap ke danau yang bersih dan menyegarkan.
2.
Dua induk kalimat
dan satu atau lebih anak kalimat
Contoh: - Bapak menyesalkan
perbuatan itu, dan meminta agar kami berjanji
tidak akan mengulangi kesalahan-kesalahan yang sama, yang dapat
merugikan nama baik keluarga dan kedudukannya.
- Bisnisnya ambruk, koran memuat
berita resmi bahwa Henry Dunant dinyatakan bangkrut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar