Sabtu, 20 September 2014

Merangkum Bacaan dan Menulis Karangan naratif, Deskriptif, Argumentasi, Dan Eksposisi



MERANGKUM BACAAN

Rangkuman dapat diartikan penyajian singkat dari suatu karangan asli, dengan tetap mempertahankan urutan isi dan sudut pandangan pengarangnya. Dengan demikian, merangkum merupakan kegiatan menyingkat bacaan dengan tetap mempertahankan urutan isinya.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat ringkasan atau rangkuman, yakni sebagai berikut.
1. Membaca naskah aslinya. Sebelum merangkum, kita harus membaca teks bacaan seluruhnya untuk mengetahui kesan umum, terutama maksud penulis dan sudut pandangannya.
2. Mencatat gagasan utama. Semua gagasan utama dapat dicatat terlebih dahulu atau cukup digarisbawahi.
3. Membuat reproduksi. Setelah melalui kedua tahap tersebut, barulah kita menyusun kembali bacaan tersebut dalam suatu karangan singkat berdasarkan gagasan utama yang telah dicatat.


MENULIS KARANGAN NARATIF

Karangan naratif adalah karangan berbentuk kisahan yang terdiri atas kumpulan yang disusun secara kronologis (menurut urutan waktu) sehingga menjadi suatu rangkaian. Dalam karangan naratif, kita harus bisa menghadirkan tulisan yang membawa pembaca pada petualangan seperti yang kita alami. Dengan demikian, para pembaca akan merasakan urutan waktu yang digambarkan dalam tulisan. Urutan waktu yang diisi dengan berbagai kegiatan tersebut akan menghasilkan tulisan naratif yang menarik untuk dibaca.
Kegiatan menulis karangan naratif dilakukan dengan langkah-langkah berikut.
1. Mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf naratif.
2. Menyusun kerangka paragraf naratif berdasarkan kronologi waktu dan peristiwa.


MENULIS KARANGAN DESKRIPTIF

Kata deskripsi berasal dari bahasa Inggris, yaitu verba to describe yang artinya menguraikan, memerikan, atau melukiskan. Paragraf ini bertujuan memberi kesan kepada pembaca terhadap objek, gagasan tempat, atau peristiwa yang ingin disampaikan penulis. Umumnya, gambaran tersebut diberikan secara visual.
Berikut ini adalah contoh paragraf deskriptif.
Lapangan sekolah kami berada tepat di tengah-tengah gedung sekolah. Di setiap sisi lapangan terdapat taman-taman kecil dengan aneka bunga dan tumbuhan lainnya. Lapangan tersebut berukuran setengah 100 x120 meter. Lumayan luas, bukan? Selain untuk upacara penaikan bendera, kadang kami menggunakan lapangan tersebut untuk bermain basket atau sepak bola. Di sebelah utara, tepatnya di dekat kelas kami, terdapat tiang bendera. Adapun di sebelah timur dan barat terdapat ring basket. Di bagian-bagian tertentu ada lubang yang berguna sebagai pancang tiang untuk net voli atau net sepak takraw.
Pola pengembangan paragraf deskriptif biasa digunakan agar pembaca benar-benar bisa merasakan dan melihat tempat yang dideskripsikan secara langsung. Hal ini tentunya menuntut kepiawaian penulis dalam menggambarkan suasana dan objek yang dilihat atau dialami.
Adapun hal-hal yang harus kita perhatikan saat menulis paragraf deskriptif adalah sebagai berikut.
1. Mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf deskriptif berdasarkan hasil pengamatan. Misalnya, keadaan lingkungan tempat kita tinggal sekarang.
2. Menyusun kerangka karangan.
Kita dapat mengamati pola pengembangan paragraf tersebut berdasarkan penempatan ide pokok. Gagasan atau ide pokok paragraf diwujudkan dalam kalimat utama. Dalam pola pengembangan paragraf deskriptif, kalimat utama ditempatkan di seluruh paragraf. Dalam hal ini, tidak terdapat kalimat khusus yang menjadi kalimat utama.


MENULIS KARANGAN ARGUMENTATIF

Kata argumentatif berarti alasan. Jadi paragraf atau karangan argumentatif adalah karangan yang memberikan alasan kuat dan meyakinkan. Dalam argumentatif, penulis menyampaikan pendapat yang disertai penjelasan dan alasan yang kuat dengan maksud agar pembaca terpengaruh.
Dalam berargumentasi, kita boleh mempertahankan pendapat, tetapi juga harus mempertimbangkan pendapat orang lain yang berbeda dengan pendapat kita. Penalaran yang sehat dan didukung oleh penggunaan bahasa yang baik dan efektif sangat menunjang sebuah karangan argumentatif.
Jadi hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat karangan argumentasi adalah sebagai berikut.
1. Berpikir sehat, kritis, dan logis.
2. Mencari, mengumpulkan, memilih fakta yang sesuai dengan tujuan dan topik, serta mampu merangkaikan untuk membuktikan keyakinan atau pendapat.
3. Menjauhkan emosi dan unsur subjektif.
4. Menggunakan bahasa secara baik dan benar, efektif, dan tidak menimbulkan salah penafsiran.
Dasar karangan argumentasi adalah berpikir kritis dan logis. Oleh karena itu, harus berdasarkan pada fakta-fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Fakta-fakta tersebut dapat diperoleh dengan berbagai cara, antara lain:
1. bahan bacaan (buku, majalah, surat kabar, atau internet);
2. wawancara atau angket;
3. penelitian atau pengamatan langsung melalui observasi.
Paragraf argumentatif dapat dikembangkan dengan pola penalaran sebab-akibat, yakni menyampaikan terlebih dahulu sebab-sebabnya dan diakhiri dengan pernyataan sebagai akibat dari sebab tersebut. Dalam penggunaannya, penalaran sebab akibat dapat disajikan menjadi akibat sebab. Artinya, menyampaikan terlebih dahulu akibatnya, kemudian dicari sebab-sebabnya.
Agar lebih mudah, kita dapat menulis paragraf argumentatif dengan langkah-langkah sebagai berikut.
1. Daftarlah topik-topik pendapat yang dapat dikembangkan.
2. Susunlah kerangka paragraf yang akan dibuat.
3. Kembangkan kerangka tersebut menjadi paragraf.
4. Gunakan kata penghubung antarkalimat (oleh karena itu, dengan demikian, oleh sebab itu, dan lain-lain).






MENULIS karangan PERSUASIF

Persuasi adalah bentuk karangan yang bertujuan untuk meyakinkan seseorang baik pembaca atau juga pendengar agar melakukan sesuatu yang dikehendaki penulis. Berdasarkan pengertian tersebut, dapatlah diketahui ciri paragraf atau karangan persuasif, yakni sebagai berikut.
1. Paragraf persuasif berusaha meyakinkan seseorang atau pembaca.
2. Paragraf persuasif berusaha membuat pembaca tergerak untuk melakukan hal yang dihendaki penulis.
Bentuk persuasif yang dikenal umum adalah propaganda yang dilakukan berbagai badan, lembaga, atau perorangan; iklan dalam surat kabar untuk mempromosikan barang dagangan, kampanye untuk menarik pemilih sebanyak-banyaknya, dan selebaranselebaran atau pamflet. Bentuk-bentuk persuasif ini biasanya menggunakan pedekatan emotif, yaitu pendekatan yang berusaha membangkitkan dan merangsang emosi pembaca. Di samping itu, karangan persuasif pun biasanya menggunakan pendekatan rasional, yakni dengan menyampaikan fakta-fakta untuk meyakinkan pembaca atau pendengar.
Beberapa teknik penulisan paragraf atau karangan persuasi, di antaranya rasionalisasi dan sugesti. Rasionalisasi adalah proses penggunaan akal untuk memberikan dasar pembenaran terhadap suatu persoalan. Pembenaran ini berfungsi untuk memudahkan jalan agar keinginan, sikap, keputusan, atau tindakan yang telah ditentukan dapat dibenarkan. Sugesti adalah suatu usaha membujuk atau mempengaruhi orang lain untuk menerima pendirian tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari, sugesti itu biasanya dilakukan dengan rangkaian katakata yang menarik dan meyakinkan. Agar lebih mudah membuat paragraf persuasif, kita dapat memanfaatkan kalimat-kalimat yang menggunakan kata penghubung antarklausa, yaitu karena, jika, kalau, seperti, dan lain-lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar