MERANGKUM BACAAN
Rangkuman dapat diartikan penyajian singkat dari suatu
karangan asli, dengan tetap mempertahankan urutan isi dan sudut pandangan
pengarangnya. Dengan demikian, merangkum merupakan kegiatan menyingkat bacaan
dengan tetap mempertahankan urutan isinya.
Ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan saat membuat ringkasan atau rangkuman, yakni sebagai berikut.
1. Membaca naskah aslinya. Sebelum merangkum, kita harus membaca
teks bacaan seluruhnya untuk mengetahui kesan umum, terutama maksud penulis dan
sudut pandangannya.
2. Mencatat gagasan utama. Semua gagasan utama dapat dicatat
terlebih dahulu atau cukup digarisbawahi.
3. Membuat reproduksi. Setelah melalui kedua tahap tersebut, barulah
kita menyusun kembali bacaan tersebut dalam suatu karangan singkat berdasarkan
gagasan utama yang telah dicatat.
MENULIS KARANGAN NARATIF
Karangan naratif
adalah karangan berbentuk kisahan yang terdiri atas kumpulan yang disusun
secara kronologis (menurut urutan waktu) sehingga menjadi suatu rangkaian.
Dalam karangan naratif, kita harus bisa menghadirkan tulisan yang membawa
pembaca pada petualangan seperti yang kita alami. Dengan demikian, para pembaca
akan merasakan urutan waktu yang digambarkan dalam tulisan. Urutan waktu yang
diisi dengan berbagai kegiatan tersebut akan menghasilkan tulisan naratif yang
menarik untuk dibaca.
Kegiatan menulis karangan naratif dilakukan dengan langkah-langkah berikut.
1. Mendaftar
topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf naratif.
2. Menyusun
kerangka paragraf naratif berdasarkan kronologi waktu dan peristiwa.
MENULIS KARANGAN DESKRIPTIF
Kata deskripsi berasal dari bahasa Inggris, yaitu verba to
describe yang artinya menguraikan, memerikan, atau melukiskan. Paragraf ini
bertujuan memberi kesan kepada pembaca terhadap objek, gagasan tempat, atau
peristiwa yang ingin disampaikan penulis. Umumnya, gambaran tersebut diberikan
secara visual.
Berikut ini adalah contoh paragraf
deskriptif.
Lapangan sekolah kami berada tepat di tengah-tengah gedung sekolah. Di
setiap sisi lapangan terdapat taman-taman kecil dengan aneka bunga dan tumbuhan
lainnya. Lapangan tersebut berukuran setengah 100 x120 meter. Lumayan luas,
bukan? Selain untuk upacara penaikan bendera, kadang kami menggunakan lapangan
tersebut untuk bermain basket atau sepak bola. Di sebelah utara, tepatnya di
dekat kelas kami, terdapat tiang bendera. Adapun di sebelah timur dan barat
terdapat ring basket. Di bagian-bagian tertentu ada lubang yang berguna sebagai
pancang tiang untuk net voli atau net sepak takraw.
Pola pengembangan paragraf
deskriptif biasa digunakan agar pembaca benar-benar bisa merasakan dan melihat
tempat yang dideskripsikan secara langsung. Hal ini tentunya menuntut
kepiawaian penulis dalam menggambarkan suasana dan objek yang dilihat atau
dialami.
Adapun hal-hal yang harus kita
perhatikan saat menulis paragraf deskriptif adalah sebagai berikut.
1. Mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi
paragraf deskriptif berdasarkan hasil pengamatan. Misalnya, keadaan lingkungan
tempat kita tinggal sekarang.
2. Menyusun kerangka karangan.
Kita dapat mengamati pola
pengembangan paragraf tersebut berdasarkan penempatan ide pokok. Gagasan atau
ide pokok paragraf diwujudkan dalam kalimat utama. Dalam pola pengembangan
paragraf deskriptif, kalimat utama ditempatkan di seluruh paragraf. Dalam hal
ini, tidak terdapat kalimat khusus yang menjadi kalimat utama.
MENULIS KARANGAN ARGUMENTATIF
Kata argumentatif berarti alasan. Jadi paragraf atau
karangan argumentatif adalah karangan yang memberikan alasan kuat dan
meyakinkan. Dalam argumentatif, penulis menyampaikan pendapat yang disertai
penjelasan dan alasan yang kuat dengan maksud agar pembaca terpengaruh.
Dalam berargumentasi, kita boleh
mempertahankan pendapat, tetapi juga harus mempertimbangkan pendapat orang lain
yang berbeda dengan pendapat kita. Penalaran yang sehat dan didukung oleh
penggunaan bahasa yang baik dan efektif sangat menunjang sebuah karangan
argumentatif.
Jadi hal-hal yang harus diperhatikan
dalam membuat karangan argumentasi adalah sebagai berikut.
1. Berpikir sehat, kritis, dan logis.
2. Mencari, mengumpulkan, memilih fakta yang sesuai dengan tujuan dan
topik, serta mampu merangkaikan untuk membuktikan keyakinan atau pendapat.
3. Menjauhkan emosi dan unsur
subjektif.
4. Menggunakan bahasa secara baik dan
benar, efektif, dan tidak menimbulkan salah penafsiran.
Dasar karangan argumentasi adalah
berpikir kritis dan logis. Oleh karena itu, harus berdasarkan pada fakta-fakta
yang dapat dipertanggungjawabkan. Fakta-fakta tersebut dapat diperoleh dengan
berbagai cara, antara lain:
1. bahan bacaan (buku, majalah, surat kabar, atau
internet);
2. wawancara atau angket;
3. penelitian atau pengamatan langsung melalui observasi.
Paragraf argumentatif dapat
dikembangkan dengan pola penalaran sebab-akibat, yakni menyampaikan terlebih
dahulu sebab-sebabnya dan diakhiri dengan pernyataan sebagai akibat dari sebab
tersebut. Dalam penggunaannya, penalaran sebab akibat dapat disajikan menjadi
akibat sebab. Artinya, menyampaikan terlebih dahulu akibatnya, kemudian dicari
sebab-sebabnya.
Agar lebih mudah, kita dapat menulis
paragraf argumentatif dengan langkah-langkah sebagai berikut.
1. Daftarlah topik-topik pendapat yang dapat dikembangkan.
2. Susunlah kerangka paragraf yang akan dibuat.
3. Kembangkan kerangka tersebut menjadi paragraf.
4. Gunakan kata penghubung antarkalimat (oleh karena itu, dengan
demikian, oleh sebab itu, dan lain-lain).
MENULIS karangan PERSUASIF
Persuasi adalah bentuk karangan yang bertujuan untuk
meyakinkan seseorang baik pembaca atau juga pendengar agar melakukan sesuatu
yang dikehendaki penulis. Berdasarkan pengertian tersebut, dapatlah diketahui
ciri paragraf atau karangan persuasif, yakni sebagai berikut.
1. Paragraf persuasif berusaha meyakinkan seseorang atau pembaca.
2. Paragraf persuasif berusaha membuat pembaca tergerak untuk melakukan hal
yang dihendaki penulis.
Bentuk persuasif yang dikenal umum
adalah propaganda yang dilakukan berbagai badan, lembaga, atau perorangan;
iklan dalam surat kabar untuk mempromosikan barang dagangan, kampanye untuk
menarik pemilih sebanyak-banyaknya, dan selebaranselebaran atau pamflet.
Bentuk-bentuk persuasif ini biasanya menggunakan pedekatan emotif, yaitu
pendekatan yang berusaha membangkitkan dan merangsang emosi pembaca. Di samping
itu, karangan persuasif pun biasanya menggunakan pendekatan rasional, yakni
dengan menyampaikan fakta-fakta untuk meyakinkan pembaca atau pendengar.
Beberapa teknik penulisan paragraf
atau karangan persuasi, di antaranya rasionalisasi dan sugesti. Rasionalisasi
adalah proses penggunaan akal untuk memberikan dasar pembenaran terhadap suatu
persoalan. Pembenaran ini berfungsi untuk memudahkan jalan agar keinginan,
sikap, keputusan, atau tindakan yang telah ditentukan dapat dibenarkan. Sugesti
adalah suatu usaha membujuk atau mempengaruhi orang lain untuk menerima pendirian
tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari, sugesti itu biasanya dilakukan dengan
rangkaian katakata yang menarik dan meyakinkan. Agar lebih mudah membuat
paragraf persuasif, kita dapat memanfaatkan kalimat-kalimat yang menggunakan
kata penghubung antarklausa, yaitu karena, jika, kalau, seperti, dan lain-lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar